- 1 October 2026
- Jasmine Zahra
Musim kemarau tahun 2026 ini terasa berbeda. Suhu udara yang semakin tinggi, curah hujan yang minim, hingga meningkatnya risiko kekeringan menjadi tanda bahwa Indonesia sedang menghadapi dampak fenomena El Niño. BMKG menyebut kondisi El Niño tahun 2026 berada pada kategori kuat dan diperkirakan memperpanjang musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia, dengan puncak kemarau terjadi pada Agustus hingga September.
Fenomena ini terjadi akibat menghangatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang mengubah pola angin dan distribusi hujan. Akibatnya, sebagian besar wilayah Indonesia mengalami penurunan curah hujan sehingga musim hujan datang lebih lambat dibanding biasanya.
Bagi sektor konstruksi, kondisi tersebut menghadirkan dua sisi berbeda. Di satu sisi, cuaca cerah memungkinkan pekerjaan pembangunan berlangsung lebih cepat tanpa gangguan hujan. Namun di sisi lain, panas ekstrem justru dapat memengaruhi kualitas material bangunan apabila tidak ditangani dengan baik.
Paparan sinar matahari yang terus-menerus dapat mempercepat proses penguapan air pada pekerjaan pengecoran. Bila beton kehilangan kadar air terlalu cepat sebelum proses hidrasi selesai, risiko munculnya retak rambut (plastic shrinkage cracking) menjadi lebih besar. Selain itu, pekerjaan plester dan acian juga lebih mudah mengalami keretakan apabila pengeringan berlangsung terlalu cepat.
Tak hanya itu, penyimpanan material pun perlu mendapat perhatian. Semen yang terkena kelembapan dapat menggumpal dan menurun kualitasnya, sementara baja ringan yang disimpan sembarangan lebih rentan mengalami korosi apabila terkena embun atau perubahan suhu ekstrem dalam jangka panjang.
Agar kualitas bangunan tetap optimal selama musim kemarau, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Simpan semen di tempat yang kering, gunakan alas pallet dan hindari kontak langsung dengan lantai maupun dinding.
- Lakukan curing beton secara rutin dengan menjaga kelembapan permukaan beton selama beberapa hari setelah pengecoran agar proses pengerasan berlangsung sempurna.
- Hindari pengecoran pada siang hari ketika suhu berada di titik tertinggi. Waktu pagi atau sore lebih ideal untuk menjaga kualitas beton.
- Pastikan kebutuhan air proyek tetap tersedia, terutama untuk pekerjaan beton, plester, dan acian.
- Gunakan material berkualitas yang memiliki standar mutu agar hasil konstruksi tetap kuat dan tahan lama meskipun dikerjakan pada kondisi cuaca ekstrem.
El Niño menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada desain dan material, tetapi juga pada kemampuan beradaptasi terhadap kondisi alam. Perencanaan yang matang, penyimpanan material yang benar, serta penggunaan bahan bangunan berkualitas akan membantu menjaga mutu bangunan meski menghadapi musim kemarau yang lebih panjang.
Di tengah tantangan cuaca saat ini, memilih material yang tepat dan menerapkan metode kerja yang sesuai bukan hanya menjaga kualitas konstruksi, tetapi juga menjadi investasi untuk bangunan yang lebih kokoh, aman, dan tahan lama.