Dalam upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi sekaligus memperkuat edukasi kepada para tukang bangunan, PT Barakah Niaga Semen (BNS) bekerja sama dengan PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP)menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) pada Rabu, 9 September 2026 di Gudang KIMA BNS, Makassar.
Kegiatan ini diikuti oleh para Supervisor beserta tim BNS sebagai persiapan pelaksanaan Program SEKAWAN (Sekolah Tukang Bosowa Andalan) yang akan berlangsung pada 10–19 September 2026 di beberapa kabupaten dan kota di wilayah operasional BNS.
Training of Trainers merupakan tahap penting untuk memastikan seluruh trainer memiliki kompetensi yang seragam dalam menyampaikan materi pelatihan. Selama kegiatan, peserta dibekali teknik komunikasi yang efektif, metode penyampaian materi, penguasaan produk, hingga strategi membangun interaksi dengan peserta agar proses pembelajaran berlangsung menarik, mudah dipahami, dan memberikan manfaat maksimal.

SEKAWAN (Sekolah Tukang Bosowa Andalan) merupakan program pelatihan yang menghadirkan para tukang bangunan dari berbagai daerah untuk mendapatkan pembekalan mengenai praktik konstruksi yang baik, pemahaman produk semen, serta penerapan teknik pembangunan yang tepat sesuai standar. Melalui program ini, BNS tidak hanya memperkenalkan keunggulan produk Bosowa Semen dan Semen Rajawali, tetapi juga berkomitmen meningkatkan kompetensi para tukang sebagai mitra strategis dalam pembangunan.
Dengan pembekalan yang diberikan pada Training of Trainers, para Supervisor dan tim BNS diharapkan mampu menjadi fasilitator yang profesional selama pelaksanaan SEKAWAN di setiap wilayah. Standarisasi materi dan metode pelatihan menjadi kunci agar seluruh peserta memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan keterampilan di lapangan.
Kolaborasi antara BNS dan ITP ini menjadi wujud komitmen kedua perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor konstruksi. Melalui SEKAWAN, BNS berharap dapat terus menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan, membangun hubungan yang lebih erat dengan para tukang, serta berkontribusi dalam menghadirkan tenaga konstruksi yang semakin kompeten dan profesional demi mendukung pembangunan Indonesia yang berkualitas.